AFC Hidup Sehat

AFC Hidup Sehat 0818292494 AFC Life Science dari Jepang hadir di Indonesia menyediakan All Natural Supplement dengan

29/07/2025

Mantab... Semangat ya mas...

Semoga sehat selalu..
28/07/2025

Semoga sehat selalu..

Sinyal Ketidaknyamanan pada Anak Non Verbal

Tanda kegelisahan atau ketidaknyamanan pada anak berkebutuhan khusus seperti Cornelia de Lange Syndrome atau anak non verbal lainnya berdasarkan jenis sakit yang mungkin terjadi, agar orang tua lebih mudah mengidentifikasi dan mewaspadainya.
Anak-anak dengan CdLS seringkali memiliki kesulitan dalam mengkomunikasikan rasa sakit secara verbal karena adanya keterlambatan perkembangan kognitif dan masalah komunikasi. Oleh karena itu, pengamatan terhadap perubahan perilaku dan tanda fisik sangat krusial.
Berikut adalah tanda-tanda spesifik yang harus diwaspadai orang tua, beserta potensi penyebabnya:

I. Tanda-tanda Umum Nyeri/Ketidaknyamanan (Berlaku untuk berbagai kondisi):

1. Perubahan Perilaku:

a. Peningkatan iritabilitas atau kegelisahan: Anak menjadi lebih rewel, mudah marah, sering menangis tanpa sebab jelas, atau sulit ditenangkan.
b. Perubahan pola tidur: Sulit tidur, sering terbangun di malam hari dengan gelisah, atau tidur lebih banyak dari biasanya (bisa jadi tanda letargi akibat infeksi).
c. Penurunan nafsu makan atau kesulitan makan: Menolak makanan yang biasanya disukai, muntah, atau menunjukkan kesulitan menelan (tersedak, batuk saat makan).
d. Perilaku melukai diri sendiri (Self-Injurious Behavior - SIB): Menggigit tangan, memukul kepala, menarik rambut, atau mencubit diri sendiri. Ini bisa menjadi cara mereka mengekspresikan rasa sakit yang tidak dapat diungkapkan secara verbal.
e. Penarikan diri atau kurang minat pada aktivitas yang disukai.
f. Peningkatan kelekatan (clinginess) atau perilaku mencari perhatian.
g. Perubahan ekspresi wajah: Mengernyitkan dahi, meringis, mata sayu, atau ekspresi tegang.
h. Perubahan suara tangisan: Tangisan yang lebih lemah, merintih, bernada tinggi yang tidak biasa, atau tangisan yang terus-menerus.

2. Perubahan Fisik:

a. Postur tubuh yang tidak biasa: Melengkungkan punggung, tubuh kaku, atau posisi tubuh yang tidak nyaman (misalnya, menekan perut jika sakit perut).
b. Gerakan yang tidak biasa: Menggeliat, gelisah, atau menggerakkan tangan/kaki secara berlebihan.
c. Sering menyentuh atau menggosok bagian tubuh tertentu: Misalnya, memegang telinga (infeksi telinga), memegang kepala (sakit kepala), atau menekan perut (sakit perut).

II. Tanda-tanda Spesifik Berdasarkan Jenis Sakit:

1. Demam (Infeksi Umum):

a. Hangat saat disentuh: Terutama di dahi, leher, atau dada.
b. Kulit kemerahan atau pucat.
c. Berkeringat banyak.
d. Menggigil atau gemetar.
e. Lesu atau sangat mengantuk (letargi).
f. Penurunan nafsu makan dan minum.
g. Mata berkaca-kaca atau tampak lelah.
h. Peningkatan iritabilitas.

2. Infeksi (Umum, misalnya ISPA, Infeksi Saluran Kemih, dll.):

a. Tanda-tanda demam (seperti di atas).
b. Perubahan pola napas: Napas lebih cepat atau dangkal (terutama pada ISPA).
c. Batuk atau bersin-bersin yang tidak biasa.
d. Pilek atau hidung tersumbat.
e. Perubahan pada urin: Bau yang kuat, warna keruh, atau anak tampak kesakitan saat buang air kecil (jika sudah toilet-trained).
f. Diare atau sembelit yang tiba-tiba.
g. Ruam kulit atau lesi lain yang baru muncul.
h. Pembengkakan kelenjar getah bening.
i. Bau napas tidak sedap (bisa jadi tanda infeksi mulut/gigi atau masalah GI).

3. Radang/Peradangan (misalnya Radang Tenggorokan, Radang Amandel, Radang Sendi):

a. Sulit menelan atau menolak makanan/minuman.
b. Sering membersihkan tenggorokan atau batuk serak.
c. Demam (jika ada infeksi).
d. Kemerahan atau pembengkakan di area yang sakit.
e. Keterbatasan gerak pada sendi yang meradang (jika ada radang sendi).
f. Merintih atau menangis saat digerakkan.
g. Meningkatnya salivasi (air liur) jika ada nyeri tenggorokan/mulut.

4. Sesak Napas / Masalah Pernapasan (misalnya Asma, Bronkiolitis, Pneumonia, Aspirasi):

a. Napas cepat dan dangkal (takipnea).
b. Cuping hidung mengembang (nasal flaring).
c. Retraksi dada (tarikan otot di antara tulang rusuk, di bawah leher, atau di atas tulang selangka saat bernapas).
d. Mengeluarkan suara "groaning" atau "grunting" saat bernapas.
e. Batuk terus-menerus atau batuk dengan suara aneh (misalnya batuk rejan).
f. Wajah atau bibir kebiruan (sianosis) - INI TANDA DARURAT!
g. Kesulitan makan atau minum karena terlalu fokus bernapas.
h. Kegelisahan atau kecemasan yang ekstrem.
i. Posisi duduk membungkuk ke depan untuk bernapas.

5. Nyeri Perut / Masalah Gastrointestinal (Sangat Umum pada CdLS - GERD, Konstipasi):

a. Melengkungkan punggung atau menarik lutut ke dada.
b. Menolak makan atau minum.
c. Muntah (sering atau proyektil).
d. Sering bersendawa atau tampak kembung.
e. Konstipasi (sembelit) yang parah atau diare kronis.
f. Merintih atau menangis saat menekan perut.
g. Perubahan pada tinja (darah, lendir, bau tidak biasa).
h. Perilaku melukai diri sendiri (misalnya menarik rambut) sebagai respons terhadap nyeri kronis.
i. Regurgitasi (muntah susu) yang sering pada bayi.

6. Nyeri Telinga (Otitis Media - Sangat umum pada anak-anak):

a. Sering menarik-narik atau menggosok telinga.
b. Menangis saat berbaring.
c. Sulit tidur.
d. Demam.
e. Penurunan nafsu makan.
f. Bau tidak sedap dari telinga atau cairan yang keluar dari telinga.

7. Sakit Kepala / Masalah Mata:

a. Memegang kepala atau menekan kepala ke benda.
b. Sering menyipitkan mata atau menggosok mata.
c. Sensitivitas terhadap cahaya (fotofobia).
d. Perubahan visual yang tampak (misalnya, kesulitan melihat benda).

Catatan Penting :
1. Jangan ragu untuk mencari bantuan medis: Jika Anda mencurigai anak sakit, segera hubungi dokter anak atau spesialis yang menangani anak Anda. Lebih baik memeriksakan diri ke Klinik atau UGD terdekat dan jangan menunda.
2. Catat perubahan: Buat catatan detail tentang kapan perubahan perilaku atau fisik terjadi, seberapa sering, dan apa saja yang Anda amati. Informasi ini sangat membantu dokter dalam mendiagnosis masalah.
3. Percayai insting Anda: Sebagai orang tua, Anda mengenal anak Anda lebih baik dari siapa pun. Jika Anda merasa ada sesuatu yang tidak beres, jangan abaikan perasaan tersebut.
4. Siapkan P3K: Siap dengan obat-obatan yang sering dikonsumsi dan direkomendasikan dokter, alat Nebulizer, Termometer, Tabung Oksigen dan alat bantu kesehatan yang sering digunakan.
Memahami tanda-tanda ini dan bertindak cepat dapat membuat perbedaan besar dalam kesehatan dan kualitas hidup anak Anda.

Referensi :
1. Cornelia de Lange Syndrome Foundation (CdLS Foundation): Ini adalah sumber informasi terkemuka secara global. Mereka memiliki banyak panduan dan artikel yang membahas aspek medis, perilaku, dan manajemen nyeri pada individu dengan CdLS. Penting untuk mencari situs web resmi mereka (misalnya, CdLS Foundation USA) karena mereka secara teratur memperbarui informasi berdasarkan penelitian terbaru.
Poin kunci yang sering ditekankan oleh CdLS Foundation: Pentingnya mewaspadai gejala Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) karena sangat umum dan dapat menyebabkan nyeri signifikan yang memengaruhi perilaku. Mereka juga menyoroti SIB sebagai ekspresi nyeri.
2. Jurnal Ilmiah dan Publikasi Medis Terkemuka:
a. "Cornelia de Lange Syndrome: A Clinical Review" di jurnal-jurnal pediatri atau genetik: Artikel-artikel tinjauan (review articles) seringkali merangkum spektrum klinis CdLS, termasuk komplikasi medis yang umum seperti masalah gastrointestinal (GERD), pernapasan, jantung, dan pendengaran. Contoh: "Cornelia de Lange syndrome: Clinical and molecular aspects" atau "The Cornelia de Lange syndrome." (Pencarian di PubMed atau Google Scholar dengan kata kunci ini akan menghasilkan banyak artikel relevan).
b. Panduan Klinis untuk Penilaian Nyeri pada Anak dengan Disabilitas Intelektual: Meskipun tidak spesifik CdLS, panduan ini sangat relevan karena anak-anak CdLS sering memiliki disabilitas intelektual. Organisasi seperti Cerebra (di Inggris) atau American Academy of Pediatrics sering memiliki publikasi tentang topik ini, yang menjelaskan cara mengidentifikasi nyeri pada anak yang tidak dapat berkomunikasi secara verbal.

Salam Sehat dan Sukses Selalu..

Yakinlah: kalian ada karna Tuhan perlu.. semangat.!!!
26/07/2025

Yakinlah: kalian ada karna Tuhan perlu.. semangat.!!!

Memilik anak dengan CdLS atau anak berkebutuhan khusus lainnya adalah perjalanan yang istimewa, penuh tantangan, tapi juga kebahagiaan yang mendalam. Wajar jika kadang kita merasa lelah, bingung, atau cemas.

Jangan khawatir, ada cara-cara psikologi dan kekuatan doa yang bisa jadi penyemangat luar biasa. Mari kita bahas untuk menumbuhkan kekuatan kita dalam mendampingi anugerah terindah ini:

Cara Mengelola Pikiran dan Perasaan
Tips-tips ini berasal dari ilmu psikologi yang membantu kita merasa lebih kuat dan tenang dalam menghadapi hari-hari.

1. Fokus pada Kelebihan dan Perkembangan Kecil (Anak & Diri Sendiri):

- Apa itu? Daripada terus melihat kekurangan atau kesulitan anak, coba fokus pada apa yang anak kita bisa lakukan dan setiap kemajuan kecil yang ia capai. Sekecil apa pun itu, rayakanlah! Sama juga, akui kekuatanmu sendiri sebagai orang tua. Kamu hebat karena sudah sampai sejauh ini!
- Caranya: Coba buat buku catatan kecil atau jurnal "Kemenangan Kita". Tuliskan hal-hal baik yang anakmu lakukan atau capai, sekecil apa pun. Misalnya, "Hari ini Adik bisa memegang sendok sendiri!" atau "Aku berhasil tetap tenang meski hari ini berat."
- Kenapa ini penting? Ilmu Psikologi Positif (dipopulerkan oleh Martin Seligman) mengajarkan kita bahwa fokus pada hal-hal positif dan kekuatan bisa membuat kita lebih bahagia dan tangguh. Ini juga membantu kita melihat anak kita sebagai pribadi yang utuh dengan banyak potensi.

2. Belajar Menerima dan Bangkit Kembali (Resiliensi/kelenturan):
- Apa itu? Ini bukan berarti menyerah, tapi belajar menerima kenyataan yang ada, termasuk perasaan sedih, marah, atau lelah yang mungkin muncul. Setelah itu, belajar untuk bangkit lagi. Ibarat pohon bambu yang lentur saat ditiup angin kencang, lalu tegak lagi.
- Caranya: Kalau ada perasaan sulit, coba akui saja, "Oke, aku sedang sedih/lelah sekarang." Jangan menahannya, tapi juga jangan membiarkannya menguasaimu. Cari cara sehat untuk melepaskan perasaan itu, misalnya dengan menulis jurnal, berbicara dengan orang yang dipercaya, atau sekadar menarik napas dalam-dalam.
- Kenapa ini penting? Konsep Resiliensi (penelitian oleh Ann Masten) menunjukkan bahwa manusia punya kemampuan alami untuk beradaptasi dan kembali kuat setelah menghadapi kesulitan. Menerima perasaan kita juga bagian dari Terapi Penerimaan dan Komitmen (ACT) yang bisa bantu kita hidup lebih bermakna meski ada kesulitan.

3. Utamakan Merawat Diri Sendiri (Self-Care):
- Apa itu? Ini bukan egois, tapi penting sekali! Kamu tidak bisa menuangkan air dari gelas yang kosong. Jika kamu lelah dan stres, bagaimana bisa merawat anak dengan baik? Merawat diri bisa berupa istirahat cukup, melakukan hobi, atau sekadar minum kopi dengan tenang.
- Caranya: Jadwalkan waktu untuk dirimu sendiri setiap hari, walau hanya 15-30 menit. Misalnya, membaca buku, mendengarkan musik, berolahraga ringan, atau me time sejenak. Jangan merasa bersalah karena ini. Ini justru membuatmu jadi orang tua yang lebih kuat dan sabar.
- Kenapa ini penting? Psikologi kesehatan menekankan bahwa perawatan diri adalah kunci untuk mencegah kelelahan (burnout), terutama bagi para pengasuh.

4. Bangun Lingkaran Dukungan:
- Apa itu? Jangan merasa sendirian! Ada banyak orang tua lain yang mengalami hal serupa. Berbagi cerita dan pengalaman bisa jadi kekuatan besar.
- Caranya: Coba cari grup dukungan orang tua dengan anak berkebutuhan khusus, baik di dunia nyata maupun online. Bicara dengan teman atau keluarga yang kamu percaya dan bisa mendukungmu. Jangan malu meminta bantuan.
- Kenapa ini penting? Penelitian tentang Dukungan Sosial (oleh Sheldon Cohen) menunjukkan bahwa memiliki orang-orang yang mendukung kita bisa sangat mengurangi stres dan membuat kita merasa lebih bahagia.

5. Pelajari dan Pahami Kondisi Anakmu:
- Apa itu? Semakin banyak kamu tahu tentang kondisi anakmu, terapinya, dan apa yang bisa kamu lakukan, semakin kamu merasa yakin dan tidak bingung. Pengetahuan itu kekuatan!
- Caranya: Baca buku atau artikel dari sumber terpercaya, bertanya pada dokter, terapis, atau guru anakmu. Jangan takut bertanya apa pun.
- Kenapa ini penting? Konsep Kontrol Persepsian dalam psikologi menunjukkan bahwa saat kita merasa lebih banyak tahu dan punya kontrol atas situasi, kita akan merasa tidak terlalu stres.

Dengan menggabungkan cara-cara psikologi untuk mengelola pikiran dan perasaan, serta kekuatan doa (penyerahan, bersyukur dan percaya) untuk membangun keyakinan dari dalam, kita akan menemukan dukungan yang luar biasa dalam perjalanan kita sebagai orang tua. Ingat, kita tidak sendirian dan kami yakin kamu sangat kuat, percayalah!

Referensi:
1. Dr. Joseph Murphy: Buku-buku seperti "The Power of Your Subconscious Mind" dan "Prayer Is the Answer". Murphy mengajarkan pikiran yang diulang-ulang dengan emosi dan keyakinan, mewujudkannya dalam realitas.
2. Konsep Resiliensi (misalnya, George Bonanno, Ann Masten), Penerimaan dan Komitmen Terapi (ACT) yang berfokus pada penerimaan pikiran dan perasaan yang sulit.

Salam

PRONAT NATURAL ANTISEPTIKBerkhasiat : - menetralisir bau- mempercepat penyembuhan kanker (diabetes militus) - mempercepa...
01/12/2024

PRONAT NATURAL ANTISEPTIK
Berkhasiat :
- menetralisir bau
- mempercepat penyembuhan kanker (diabetes militus)
- mempercepat proses penyembuhan luka kanker payudara
-perawatan borok ( bedsores)
- menghambat pertumbuhan bakteri pada luka
- meredakan gatal akibat aktifitas mikroba

Harga: 120K
Hubungi: +62 818-292-494

COD klik aja www.shopee.co.id/solopareo

Di Pintu Masuk Kebon Binatang, Tertulis : Tarif Tiket: Rp 50.000,-/OrangKarena Beberapa lama tidak ada Pengunjung, makaH...
31/12/2021

Di Pintu Masuk Kebon Binatang, Tertulis :
Tarif Tiket: Rp 50.000,-/Orang

Karena Beberapa lama tidak ada Pengunjung, maka
Harga Tiket diturunkan menjadi : Rp 25.000,-/orang

Namun masih tidak tidak ada juga Pengunjung Datang, Akhirnya kembali ia turunkan Tarif Tiket menjadi hanya: Rp 10.000,-/orang Dan tetap tidak ada Pengunjung yang Mau
Masuk ...!!!

Akhirnya Ditulislah Pengumuman :

"MASUK GRATIS"

Dan tiba2 banyak orang yang Berebutan Masuk.

Ketika Pengunjung di dalam Penuh, Sang Pawang Membuka Semua Pintu Kandang Binatang Buas,

Seperti : Singa, Harimau, Macan, Serigala, Ular, Dsb. Pengunjung pun Sontak Pada PANIK !

Kemudian Pintu Keluar di KUNCI.

Lalu di Pintu Keluar itu Dia Tulis :

Keluar Bayar Rp 500.000,-!!
Kemudian BANYAK Orang Berebut Membayar.

Inilah Ironi Kehidupan.

Ketika Ditawarkan HIDUP SEHAT :
~ Makan Yang Sehat
~ Istirahat Yang Cukup 2 Olahraga, dsb
Demi Menjaga Kesehatan Sebagai Upaya
Pencegahan Penyakit Banyak Orang Malas - Enggan,& TIDAK MAU.

Tapi Kalau Sudah Masuk Rumah Sakit, Berapapun
Mahal Biayanya PASTI Dibayar Asal Bisa Sembuh, Sekalipun Harus Jual ASSET dan ber HUTANG..!!

ADA YANG MAHAL,
KECUALI HANYA KESEHATAN YANG PALING MAHAL. SEGALA APAPUN BISA DITUNDA,
KECUALI HANYA,KESEHATAN YANG TIDAK DAPAT DITUNDA.

Address

Surakarta
57552

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when AFC Hidup Sehat posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to AFC Hidup Sehat:

Share