nasikuningazzahrabca

16/05/2026
Terima kasih atas kunjungannya.
15/05/2026

Terima kasih atas kunjungannya.

BismillahIn Syaa AllahBesok buka seperti biasa di depan gerbang Bank BCA Pasar Kebayoran Lama.Buka jam 05.45 sd 11.00 WI...
15/05/2026

Bismillah
In Syaa Allah
Besok buka seperti biasa di depan gerbang Bank BCA Pasar Kebayoran Lama.
Buka jam 05.45 sd 11.00 WIB
Menerima pesanan.

1. “Pengkaderan Guru Dihapus, Siapa yang Mencerdaskan Bangsa?”2. “Ketika Mengajar Tak Lagi Layak: Negara Mau Dibawa ke M...
06/05/2026

1. “Pengkaderan Guru Dihapus, Siapa yang Mencerdaskan Bangsa?”

2. “Ketika Mengajar Tak Lagi Layak: Negara Mau Dibawa ke Mana?”

3. “Rp30 Ribu Sehari untuk Mendidik Bangsa: Ironi Pendidikan Kita”

4. “Mencerdaskan Bangsa atau Menghapus Pendidiknya?”

5. “Saat Profesi Guru Ditinggalkan, Siapa yang Akan Menggantikannya?”

Bayangkan seseorang yang bertugas mencerdaskan generasi bangsa, tetapi hanya dihargai setara ongkos makan harian. Di berbagai daerah, masih ada guru honorer yang menerima penghasilan sekitar Rp30 ribu per hari. Angka ini bukan sekadar statistik ini adalah potret nyata bagaimana negara memperlakukan profesi yang seharusnya paling strategis.

Di saat yang sama, muncul wacana penghapusan atau pengurangan program studi pendidikan di perguruan tinggi. Sebuah ironi yang sulit diterima akal sehat. Ketika kualitas pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah besar, justru jalur pembentukan pendidik dipersempit. Pertanyaannya sederhana: jika bukan dari pendidikan, dari mana lagi guru akan lahir?

Padahal dalam Undang-Undang Dasar 1945, negara dengan tegas menempatkan “mencerdaskan kehidupan bangsa” sebagai tujuan utama. Namun realitas hari ini menunjukkan jurang yang lebar antara cita-cita dan kenyataan. Guru tidak hanya dituntut mencerdaskan, tetapi juga dipaksa bertahan dalam keterbatasan.

Di tengah rendahnya kesejahteraan guru dan tantangan kualitas pendidikan, wacana penghapusan program studi pendidikan justru memunculkan pertanyaan besar tentang arah masa depan bangsa.

Masalah pendidikan bukan terletak pada terlalu banyaknya calon guru, tetapi pada sistem yang belum mampu memanusiakan mereka. Menghapus program studi pendidikan bukan solusi, melainkan bentuk keputusasaan kebijakan.

Jika hari ini kita menganggap profesi guru tidak lagi penting secara ekonomi, maka bersiaplah menghadapi masa depan di mana pendidikan kehilangan makna. Dan ketika itu terjadi, mencerdaskan bangsa bukan lagi tujuan melainkan sekadar kalimat yang indah di dalam konstitusi, tanpa kehidupan nyata.

06/05/2026

Bantu support ya buat temen temen yang s**a perawatan tubuh jasmani dan rohaninya aamiin.

Terima kasih atas dukubgannya, semoga kedepannya lebih baik lagi, Bank Dunia Beralih ke Negara Kesatuan Republik Indones...
06/05/2026

Terima kasih atas dukubgannya, semoga kedepannya lebih baik lagi, Bank Dunia Beralih ke Negara Kesatuan Republik Indonesia aamiin.

Cahaya memang dibutuhkan. Ia memberi arah, menghangatkan, dan menuntun langkah. Namun, cahaya yang terlalu terang justru dapat melukai mereka yang terlalu dekat dengannya.

04/05/2026

Kenangan Buka Puasa bersama di masjid istiqlal


04/05/2026

Terima Kasih Atas dukungannya


04/05/2026

Menerima pesanan untuk acara keluarga, kantor, pabrik, silahkan harga bisa disesuaikan.

29/10/2025

Nasi kuning fakhira fathiya khas cirebon.
Mari mampir
Di kaki lima pasar kebayoran lama.

Address

Jalan Kebon Mangga Tengah No. 41 RT012 RW 003 Kel. Cipulir Kec. Kebayoran Lama
South Jakarta
12230

Opening Hours

Monday 05:30 - 22:55
Tuesday 05:30 - 22:55
Wednesday 05:30 - 22:55
Thursday 05:30 - 23:00
Friday 05:30 - 22:00
Saturday 05:30 - 23:00
Sunday 05:30 - 23:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when nasikuningazzahrabca posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category