29/05/2025
Fuji, bersama dua teman wanitanya, berjalan mendekati Agam.!
Agam terlihat sangat fokus memperhatikan calon anggota PMII yang sedang mendaftar, raut wajahnya serius. Saat ia mengalihkan pandangannya, pandangannya langsung bertemu dengan Fuji yang kini sudah berada di dekatnya. Wajah Agam langsung memerah, fokusnya buyar, dan tangannya yang seharusnya memegang kertas daftar hadir malah memegang pulpen dengan erat. Fuji, yang juga akan mendaftar sebagai anggota PMII, tersenyum dan berhenti di hadapan Bagas.
Fuji: "Hai, Mas. Nggak nyangka, ketemu di sini."
Agam: (Gugup, suaranya sedikit bergetar) "Eh... Hai, Fuji. I..iya, nggak nyangka juga." Ia terlihat kesulitan mencari kata-kata yang tepat. Tangannya masih mencengkeram pulpen dengan erat.
Fuji: (Tertawa kecil) "Kamu kok kayaknya gugup banget? Ada apa?" Fuji memperhatikan perubahan ekspresi wajah
Agam.
Agam: (Mencoba tenang) "Enggak kok... cuma lagi sibuk ngatur pendaftaran aja. Banyak banget yang daftar hari ini." Ia berusaha mengalihkan pembicaraan, tapi tetap tampak gugup.
Fuji: "Oh, iya ya. Ramai banget nih. Aku juga mau daftar jadi anggota PMII. Gimana, prosesnya?"
Agam: (Menghela nafas, coba mengendalikan kegugupannya) "Ya, tinggal isi formulir dan ikut tes wawancara nanti." Ia memberikan Fuji formulir pendaftaran dengan tangan yang sedikit gemetar.
Fuji: (Menerima formulir) "Oke, makasih ya. Aku isi dulu nih." Fuji tersenyum lagi pada Bagas, lalu mengalihkan perhatiannya untuk mengisi formulir pendaftaran. Agam masih memandang Fuji, wajahnya masih merah padam.
Kreasi gambar dan cerita Soniy Addi Saputra - Meta AI