31/12/2025
๐๐ฎ๐ฟ๐ถ ๐ ๐ถ๐๐ผ๐น๐ผ๐ด๐ถ ๐ธ๐ฒ ๐ ๐ฒ๐ท๐ฎ ๐๐๐ธ๐๐บ: ๐ง๐ฎ๐ต๐๐๐น ๐ฆ๐ถ๐บ๐ฏ๐ผ๐น๐ถ๐ธ ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐ฃ๐ฒ๐ป๐ถ๐๐๐ฎ๐ฎ๐ป ๐๐ฒ๐ฟ๐ต๐ฎ๐ฑ๐ฎ๐ฝ ๐ฆ๐๐ฎ๐ฟ๐ถ๐ฎ๐
Dalam Islam, iman adalah lawan dari tahyul.
Segala sesuatu yang tidak bersumber dari wahyu, namun diberi kedudukan sakral, otoritatif, dan ditaati tanpa kritik, itulah tahyul meski dibungkus dengan bahasa modern dan intelektual.
Di sinilah simbol keadilan demokrasi harus dibongkar.
Simbol hukum demokrasi patung Dewi Keadilan dengan mata tertutup, timbangan, dan pedang bukan berasal dari wahyu, bukan p**a dari risalah para nabi. Ia berasal dari mitologi pagan YunaniโRomawi, dari imajinasi manusia tentang keteraturan dan keadilan. Namun simbol mitologis ini diangkat, diagungkan, dan dijadikan lambang tertinggi hukum negara.
Secara iman, ini adalah tahyul modern yang dilembagakan.
Patung itu bukan โnetralโ.
Ia telanjang dari wahyu, telanjang dari pertanggungjawaban kepada Allah, dan telanjang dari batas halalโharam. Ketelanjangannya bukan tampilan seksual nya saja, tetapi juga ketelanjangan akan nilai dan kebenaran. Ia berdiri dipuja sebagai simbol keadilan, sementara keadilan sejati yang bersumber dari Allah dipinggirkan.
Lebih parah lagi, Syariat Allah diletakkan di bawah simbol ini: ๐๐ข๐ณ๐ช ๐๐ช๐ต๐ฐ๐ญ๐ฐ๐จ๐ช ๐ฌ๐ฆ ๐๐ฆ๐ซ๐ข ๐ด๐ฆ๐ค๐ข๐ณ๐ข ๐ฉ๐ถ๐ฌ๐ถ๐ฎ, ๐ด๐ฆ๐ค๐ข๐ณ๐ข ๐ฑ๐ฐ๐ญ๐ช๐ต๐ช๐ฌ, ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ค๐ข๐ณ๐ข ๐ฌ๐ฐ๐ฏ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ต๐ถ๐ข๐ญ.
Hukum buatan manusia dijadikan standar tertinggi, sementara hukum Allah dijadikan sekadar opsi moral, nasihat personal, atau urusan privat.
Dalam kaidah iman, ini bukan perkara teknis.
Ini adalah pernyataan loyalitas hukum.
Dan menundukkan Syariat Allah di bawah simbol mitologi manusia adalah pen*staan simbolik terhadap agama.
๐ปhttps://www.facebook.com/share/1KDxK4GJcn/
Yang paling tragis adalah ๐ฅ๐๐ง๐๐ฃ ๐๐ฃ๐ฉ๐๐ก๐๐ ๐ฉ๐ช๐๐ก ๐๐๐ฃ ๐ช๐ก๐๐ข๐ yang justru melegalkan keadaan ini.
Atas nama maslahat, konteks, toleransi, atau stabilitas, mereka memberi legitimasi teologis pada sistem yang:
๐ Bersumber dari mitologi,
๐ Mengandung tahyul simbolik,
๐ Menempatkan hukum Allah di posisi subordinat.
Ketika orang berilmu membela simbol yang bertentangan dengan iman,