28/03/2026
Situasi Timur Tengah memanas tajam! Garda Revolusi Iran dilaporkan menembak kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz dan menegaskan akan menghancurkan kapal tanker milik Amerika Serikat, Israel, atau negara yang dianggap musuh. Ancaman keras ini memicu kekhawatiran global akan terhentinya pasokan energi dunia.
Namun, di tengah eskalasi konflik, Presiden AS Donald Trump justru menyatakan santai. Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak membutuhkan Selat Hormuz karena memiliki pasokan energi mandiri yang melimpah. Iran pun menutup total jalur vital ini bagi musuhnya, menciptakan "Neraka Selat Hormuz" yang membuat ratusan kapal tertahan.