CIS Catatan Islam Sunnah

CIS Catatan Islam Sunnah Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from CIS Catatan Islam Sunnah, Grocers, Penrang, Pinrang.

*Jangan Salah Melihat* Ada kebiasaan yang tanpa sadar telah menjadi bagian dari hidup banyak orang.Baru bangun tidur, ta...
17/07/2026

*Jangan Salah Melihat*

Ada kebiasaan yang tanpa sadar telah menjadi bagian dari hidup banyak orang.

Baru bangun tidur, tangan lebih dahulu mencari telepon genggam.

Di sela-sela pekerjaan, membuka media sosial.

Saat menunggu, membuka media sosial.

Saat makan, membuka media sosial.

Menjelang tidur, kembali membuka media sosial.

Seolah-olah, tidak ada satu pun waktu yang boleh terlewat tanpa melihat layar.

Hari demi hari berlalu.

Ratusan foto dilihat.

Puluhan video ditonton.

Berbagai kisah kehidupan orang lain memenuhi pikiran.

Ada yang baru membeli rumah.

Ada yang baru meraih jabatan.

Ada yang baru membuka usaha.

Ada yang baru berlibur.

Ada yang baru menikah.

Ada yang baru menunaikan umrah.

Ada p**a yang tampak selalu bahagia.

Hari demi hari, semua itu terus memenuhi layar dan pikiran kita.

Tanpa kita sadari...

Yang berubah bukan hanya isi layar di tangan kita.

*_Cara kita memandang kehidupan pun perlahan ikut berubah._*

Sedikit demi sedikit, kita mulai belajar tentang bahagia dari apa yang kita lihat.

Belajar tentang sukses dari apa yang kita lihat.

Belajar tentang kaya dari apa yang kita lihat.

Bahkan belajar tentang kehidupan yang dianggap ideal dari apa yang kita lihat.

Padahal, manusia mudah sekali meniru apa yang sering ia lihat.

Akhirnya, kita mulai merasa hidup orang lain selalu lebih baik.

Rumah mereka tampak lebih indah.

Rezeki mereka tampak lebih lapang.

Keluarga mereka tampak lebih bahagia.

Sementara hidup kita terasa biasa-biasa saja.

*_Padahal, yang kita lihat hanyalah potongan-potongan kecil dari kehidupan mereka, bukan seluruh kenyataannya._*

Yang lebih berbahaya, kita mulai mengukur nikmat Allah yang ada pada diri kita dengan apa yang tampak di layar orang lain.

Di sinilah rasa syukur perlahan memudar.

Dan ketika syukur memudar, nikmat sebesar apa pun akan terasa kurang.

Jauh sebelum media sosial memenuhi kehidupan manusia, Rasulullah ﷺ telah mengajarkan obat bagi penyakit hati ini. Beliau bersabda,

«انْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلُ مِنْكُمْ، وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ، فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ»

_"Pandanglah orang yang berada di bawah kalian dan janganlah memandang orang yang berada di atas kalian. Yang demikian itu lebih patut agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang telah Dia berikan kepada kalian."_ (HR. Muslim)

Perhatikanlah...

Rasulullah ﷺ tidak hanya mengajarkan ke mana mata kita memandang.

Beliau sedang menjaga arah pandangan hati kita.

Karena apa yang sering kita lihat akan memengaruhi apa yang kita kagumi.

Dan apa yang kita kagumi perlahan akan memengaruhi arah kehidupan kita.

Media sosial bukanlah musuh.

Namun jangan biarkan algoritma lebih banyak membentuk cara pandangmu daripada Al-Qur'an dan Sunnah.

Sebab hati diciptakan untuk mengenal nikmat Allah, bukan untuk terus membandingkannya dengan kehidupan manusia.

📖 *Pelajaran:*

- Apa yang sering kita lihat akan memengaruhi cara kita memandang kehidupan.
- Hati yang terus membandingkan dirinya dengan orang lain akan sulit merasakan manisnya syukur.
- Gunakan media sosial sebagai sarana mengambil manfaat, bukan sebagai ukuran kebahagiaan dan keberhasilan hidup.

🤍 *Renungan:*

Setiap hari kita melihat begitu banyak hal.

Namun, sudahkah kita bertanya...

Apakah semua yang kita lihat semakin mendekatkan hati kepada Allah, atau justru membuat kita semakin sibuk membandingkan diri dengan manusia?

_Minasa Upa, 25 Muharram 1448 H_
📚 *Buletin Dakwah Madrasah Sunnah*



Ikuti saluran BULETIN MADROSAH SUNNAH di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VbCClbtJZg49FUfwUL2A

Ikuti saluran “✍️Catatan Islam Sunnah” di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VbBab7iKGGG8uAu0mv2O

*Ke Mana Air Matamu Mengalir?* Ada orang yang pandai menyembunyikan luka.Di hadapan manusia ia tersenyum.Menjawab, _"Alh...
16/07/2026

*Ke Mana Air Matamu Mengalir?*

Ada orang yang pandai menyembunyikan luka.

Di hadapan manusia ia tersenyum.

Menjawab, _"Alhamdulillah, baik."_

Padahal, hatinya sedang dipenuhi kegelisahan.

Ada p**a yang hidup dalam kesempitan rezeki.

Setiap hari ia memikirkan kebutuhan keluarganya.

Namun ia memilih diam demi menjaga kehormatan dirinya.

Orang-orang mengira hidupnya baik-baik saja.

Namun Allah mengetahui setiap helaan napas yang ia tahan agar tetap tampak kuat.

Ada p**a yang memendam semuanya sendirian.

Bukan karena tidak ingin bercerita.

Tetapi karena takut dianggap lemah.

Takut dianggap tidak sabar.

Takut menjadi beban bagi orang lain.

Akhirnya...

Air mata itu tidak pernah menemukan tempatnya.

_Padahal..._

Menangis adalah bagian dari fitrah manusia.

Setiap hati pernah terluka.

Setiap mata pernah basah oleh air mata.

*_Namun yang membedakan seorang mukmin bukanlah apakah ia menangis atau tidak._*

*_Yang membedakannya adalah di mana ia meletakkan air mata dan seluruh keluh kesahnya._*

Allah mengabadikan kisah Nabi Ya'qub `alaihis salam. Ketika kesedihan memenuhi hatinya karena kehilangan putranya, beliau berkata,

﴿إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ﴾

_"Sesungguhnya hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku."_ (QS. Yusuf: 86)

Begitu p**a Nabi Ayyub `alaihis salam. Di tengah ujian yang panjang, beliau berdoa,

﴿أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ﴾

_"Ya Rabbku, sungguh aku telah ditimpa penderitaan, sedangkan Engkau adalah Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang."_ (QS. Al-Anbiya': 83)

Keduanya mengadu.

Namun bukan kepada manusia.

Mereka mengadu kepada Allah.

Di sinilah para ulama menjelaskan sebuah faedah yang sangat indah.

Mengadu kepada Allah tidak bertentangan dengan kesabaran.

Yang bertentangan dengan kesabaran adalah mengadukan Allah kepada manusia, bukan mengadu kepada Allah.

Karena manusia mungkin mendengar.

Namun belum tentu mampu meringankan bebanmu.

_Sedangkan Allah..._

Telah mendengar sebelum air mata itu jatuh.

Mengetahui luka sebelum engkau mengucapkannya.

Dan Mahakuasa mengubah kesedihan menjadi ketenangan.

Seorang penyair berkata,

_Apabila musibah menimpamu, bersabarlah sebagaimana kesabaran seorang yang mulia. Sesungguhnya Allah lebih mengetahui keadaanmu._

_Dan apabila engkau mengadu kepada anak Adam,_*_sesungguhnya engkau sedang mengadukan Dzat Yang Maha Penyayang kepada makhluk yang tidak memiliki kasih sayang seperti-Nya._*

_Maka..._

Jika hari ini hatimu terasa sesak...

Jika beban hidup terasa semakin berat...

Jika air mata itu sudah tidak mampu lagi engkau bendung...

_Menangislah..._

*_Tetapi menangislah di hadapan Allah._*

Di hadapan manusia kita mungkin mampu menyembunyikan luka.

Namun di hadapan Allah, tidak ada alasan untuk menyembunyikan air mata.

Karena tidak ada tempat yang lebih aman untuk meletakkan seluruh luka, selain di hadapan Rabb yang menciptakan hatimu.

📖 *Pelajaran:*

Mengadu kepada Allah adalah bagian dari ibadah dan tidak bertentangan dengan kesabaran.

Nabi Ya'qub dan Nabi Ayyub `alaihimas salam mengajarkan bahwa membawa keluh kesah kepada Allah adalah bentuk penghambaan, bukan kelemahan.

Allah Maha Mendengar setiap doa, Maha Mengetahui setiap luka, dan Mahabijaksana dalam mengabulkan permohonan hamba-Nya.

🤍 *Renungan:*

Barangkali...

Yang selama ini engkau butuhkan bukanlah lebih banyak telinga manusia yang mendengarkan ceritamu.

Tetapi lebih banyak sujud yang memperdengarkan keluh kesahmu kepada Allah.

Sebab hati yang paling tenang bukanlah hati yang telah selesai dari semua ujian.

Melainkan hati yang selalu tahu ke mana ia harus membawa setiap air matanya.

_RS Hermina Makassar, 28 Muharram 1448 H_
📚 Buletin Dakwah Madrosah Sunnah



Ikuti saluran BULETIN MADROSAH SUNNAH di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VbCClbtJZg49FUfwUL2A

Ikuti saluran “✍️Catatan Islam Sunnah” di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VbBab7iKGGG8uAu0mv2O

Address

Penrang
Pinrang
91213

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when CIS Catatan Islam Sunnah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category